saat hidup di jerat kesendirian
aku merindukanmu
jauh dalam batas labirin
dalam kelemahanku menjangkaumu
aku akan menyayangmu selalu
dalam hati dalam jiwa pula
masih jelas dalam ingatan
ketika kau datang tanpa payung
terhuyung lunglai dalam derap hujan
maafkan aku sobat
tak bisa usap air matamu
ketika kau menangisiku
kini aku baru tahu
batapa kau sangat berarti
seperti adik bungsuku sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar