Selasa, 26 Oktober 2010

ORANG UTAN MERATAPI HUTAN

Nasib hutanku tragis
Setragis nasib koruptor terserang jantung
Berjuang di ujung hidup
Menanti giliran bertemu izrail

Nasib hutanku terabaikan
Bersama jutaan sahabatku yang tak berdosa
Hanya bisa berharap sambil meratap
Berharap pada rasa iba tapi pada siapa

Dalam hutanku aku kehilangan
Orang utan sahabatku
Harimau gagah nan elok idolaku
Dan sang kukang yang pemalu
Dimana mereka kini

Disana di tempat nun jauh dari hutan
Sekumpulan makhluk buas sedang berpesta
Mendengar musik dari tangisan orang utan
Mabuk dengan minum darah para gajah
Berdiri dan duduk di atas kayu dan dedaunan dari hutanku

Mereka selalu berpesta
Hingga wajah mereka seram laksana iblis
Mereka menghabiskan malam dengan tertawa
Hinga perut mereka buncit penuh dosa
Teruslah berpesta dan tertawa
Sampai doa orang utan mencabik otak kalian
Hingga terburai di atas kotoran cacing

Cerita apa untuk cucuku kelak
Karena tak ada lagi pohon rindang
Dihutan yang dulu lebat
Tempat anak orang utan bermain dengan manja
Bersama tarian alam

Entah apa yang aku impikan tadi malam jelang subuh
Hingga suara mesin meruntuhkan jutaan pohon
Berganti dengan tanaman penghasil rupiah
Buat kantong sang kapitalis serakah duniawi

Aku marah...marah...marah
Sebenarnya aku hanya butuh lahan sedikit
Sekedar buat berteduh dan bermain anaku
Atau sekedar untuk menanam singkong
Tapi kalian telah habiskan hutanku
Semuanya...........................

Pergilah kalian semua dari sini
Biar aku menagis bersama orang utan
Menanti akhir cerita dari hidup
Meski berakhir tragis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar