Selasa, 26 Oktober 2010

orang biasa selalu bicara asal tak mengerti bahasa yang sopan atau terpelajar, tapi kadang mereka mampu mendidik kita dalam menjalani kehidupan karena orang biasa tak pernah kurang dengan apa yang di berikan oleh tuhannya dengan istilah kita orang biasa kadang lebih pandai bersyukur ketimbang orang-orang seperti kita yang selalu menggerutu. dengan sifat keterbiasaannya dan dengan isi kepalanya yang tidak terlalu ribet  dengan rumus-rumus ekonomi, matematis juga sosiologi ternyata mereka membangun sebuah tatanan sosial yang kita sebut dengan tatanan sosial "ASAL ORANG BIASA".

Tatanan asal orang biasa lebih mudah di pahami dan tidak perlu menggunakan logika yang terlalu ribet sebagai contoh biar mengantri setengah hari sampai pingsan tidak masalah ASAL bisa dapat duit BBM,asal dapat SEMBAKO murah atau GRATIS, Asal dapat minyak tanah, sebagai kebalikannya mereka rela pula baku hantam bahkan jadi manusia paling beringas asal Sembako murah, Duit BBM atau minyak tanah tidak di dapat. logika simpel bukan?karena mereka tidak butuh tanah ratusan bahkan ribuan kilo meter untuk membangun perusahaan sawit mereka hanya butuh beberapa meter untuk bisa tanam kangkung dan singkong untuk di masak agar anak mereka tidak lapar saat sekolah.
orang biasa selalu berjalan sesuai nalurinya sendiri tanpa harus pusing dengan berita di koran tentang situasi negara yang terlalu panas membicarakan kasus KPK atau berita TV yang terlalu susah di hitung karena selalu menghitung uang miliaran anggaran bagi pejabat yang mungkin uang segitu banyak tak pernah di impikan apalagi di pegang

Orang biasa juga tak pernah pusing dan ribut ketika banyak orang pinter mulai dari politisi, sampai aktivis sosial menjual mereka demi kepentingan mereka bagi mereka yang penting dapat duit sedikit untuk sekedar membayar hutang minum kopi tadi malam dan bisa ngopi lagi nanti malam, sambil bicara dengan sesama orang biasa tentang hasil pertanian yang harganya lebih murah dari permen anak-anak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar